CePDes.org

Ibu Harus Mampu Menunjukkan Dirinya Kuat

Sebagai sosok idaman, seorang ibu harus mampu menunjukan jatidirinya. Dalam artian, tidak menaruh dirinya pada kedudukan tawar yang lemah. Walaupun secara kodrati wanita sebagai kaum yang lemah namun ketika menjadi seorang ibu harus kuat.

"Ibu yang kuat itu, ya ... Ibu yang berkualiti," ujar Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal Drs H Nurhasanah usai memimpin pertemuan rutin Pengurus Cabang dengan Anak Cabang di gedung NU ahad (6 / 12).

Dia mencontohkan, sosok pahlawan emansipasi RA Kartini sebagai Ibu yang kuat. Walaupun dengan keterbatasan dan kungkungan budaya kolot tetapi mampu berperanan membawa perubahan. Sosok Kartini berjaya menerobos tembok tradisi dengan emansipasi melalui jalur pendidikan. Kartini kuat kerana memiliki semangat memperjuangkan harkat dan martabat seorang perempuan. "Fatayat tak segan untuk memuat ruh perjuangan Kartini dalam pergerakannya," ucapnya.

Perkataan Nurhasanah, untuk menguatkan harkat dan martabat ahli Fatayat, tetap konsisten memberdayakan perekonomian, kesihatan dan pendidikan ahli. Ketiga bidang garapan tersebut, tiada lain untuk mengangkat harkat dan martabat seorang ibu fatayat. "Fatayat yang majoriti ahlinya ibu-ibu muda, harus mengambil peranan dalam tiga bidang pokok tersebut," ungkapnya.

Yang dilakukan, lanjutnya, tidaklah perlu muluk-muluk. Sebagai contoh, Members fatayat memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan ditanami ubat keluarga (Toga). Dari langkah kecil ini, terbukti PAC Fatayat Slawi mampu menghasilkan Sirup Jahe dan Jahe Serbuk.

Hal senada disampaikan Ketua Sexy Bidang Dakwah PC Fatayat NU Tegal Baeti Rizqoh SAg, bahawa seorang Ibu harus sehat jasmani dan rohaninya. Sehat jasmani dengan mengomsumsi makanan yang berkhasiat. Sehat rohani dengan menjalankan titah Illahi dan Nabi serta Kiai.

Menjelang Tahun Baru Hijrah, dia berpesan agar seorang Ibu menjadi penuntun awal dalam berhijrah. Bila Ibu kuat maka negarapun kuat. Jatuhnya negara, tidak terlepas dari 'ulah' ibu yang 'kropos'.

Baeti Rizqoh mengajak, dalam berhijrah harus tuntas. Yakni hijrah keagamaan, hijrah kultural, hijrah sosial dan hijrah watak. Keempat hijrah tersebut, perlu dilakukan saat ini juga tak harus menunggu waktu. "Bila hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka kita hakikatnya sudah berhijrah," tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, diisi dengan demo tata cara membuat sirap halia dan halia serbuk oleh Nok Farkhatun dari PAC Slawi. Juga digelar penyuluhan kesihatan yang dibimbing oleh Yayat Supriatna dari Yayasan Peduli kangker Indonesia. (Sumber: NU Online)

Laki-laki Kuat Karena Wanita Beragama

Laki-laki menjadi kuat kerana ada wanita yang beragama di sampingnya. Kenyataan itu disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Dukuhwaru Kiai Hanafi saat memberikan ceramah pada kegiatan Mudzakaroh Fatayat NU Kecamatan Dukuhwaru, di Masajid Kasepuhan Ki Ageng Anggawana Desa Kalisoka, Jumaat (30 / 4) petang.

Ini sangat penting, banyak kiai Hanafi, mengingati manusia tidak boleh hidup dengan sendirinya, setiap lelaki yang sudah berkahwin pasti memerlukan isterinya untuk bertukar pendapat dan saling memberikan masukkan agar bahtera rumah tangganya dapat berjalan dengan baik.

Banyangkan saja jika ada suami yang baik dan rajin beribadah ditambah lagi boleh mengajar al-Quran tetapi memiliki pendapatan yang cukup terhad, ini mesti akan berlaku kisruh rumah tangga Karen keperluan ekonominya tak tercukupi.

Lain halnya dengan wanita yang memiliki himma keberagamaan yang kuat, past akan menerima keputusan keputusan sang suami. Untuk itu wanita yang beragama sangat di perlukan untuk menyokong laki-laki agar menjadi kuat.

Sementara ketua PAC. Fatayat NU Kecamatan Dukuhwaru Tuti Herningsih berkata, Fatayat perlu sekali menjadi penopang wanita dalam pencarian jatidiri sebagai wanita, bukan sekadar tempat ngerumpi, dan mengumpat orang. Salah dan tidak pada tempatnya jika sampai ada kejadian yang demikian.

"Memang wanita memerlukan komuniukasi dengan manusia atau wanita lain tetapi, komunikasi dan silaturahmi yang sudah berniat baik kemudian menjadi bergeser nilainya, mengajdi kurang baik. Kita sebagai Fatayat kalau bisa mengikuti seperti jejak nabi jika dianiaya, orang yang zalim didoakan semoga bisa taubat "katanya

Dalam kesempatan yang sama Salah satu pengurus Fatayat Marhaeni mengatakan kegiatan Mudzakaroh dialaksanakan setiap Hari sabtu Akhir Bulan, tetapi berhubung pada hari sabtu besok ada agenda penting maka diajukan dan kegiatan ini keliling dari satu desa ke desa yang lain yang berada di kecamatan Dukuihwaru, dengan disokong oleh pengurus ranting Se Kecamatan Dukuhwaru dan masyarakat sekitar Desa yang ditempati untuk Pelaksanaan Mudzakaroh.

Marheni juga mengatakan, setiap kali ada Mudzakaroh jumlah peserta yang mengikuti tidak mesti banyak biasanya daerah yang asas agamanya kuat nanti yang akan mendominasi pengajian, kerana mudzakaroh merupakan pengajian rutin dari PAC. Fatayat NU Kecamatan Dukuhwaru.

Turut hadir dalam kegitan tersebut, Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Dukuhwaru, KH.M, unir Maghfuri, Kepala Desa Kalisoka, serta Badan Otonom NU tingkat Kecamatan (Sumber: NU Online)

Bocah 13 Tahun Gugat Cerai Suaminya

Menikah sangat muda, dianiaya, dan kini Afrah, isteri belia asal Madinah, Arab Saudi menggugat cerai suaminya yang berusia 37 tahun lebih tua darinya. Beruntung, hakim di mahkamah berpihak padanya dan mengabulkan tuntutan cerainya, hal yang ditabukan di negara itu.

Tak hanya tuntutan perceraiannya yang dikabulkan, ia juga menerima pampasan 1,200 Real (sekitar Rp 3 juta) dan 600 Real untuk setiap pemukulan yang pernah dilakukan bekas suaminya. Putusan pengadilan didasarkan pada bukti otentik berupa visum doktor.

Laporan perubatan itu menunjukkan, dijumpai bekas-bekas penganiayaan pada tubuh Afrah, berupa luka memar di pinggul dan leher. Itu sebabnya, selain mengabulkan gugatan cerai hakim juga mengeluarkan putusan untuk memberikan pampasan padanya untuk penyerangan.

Sebelumnya, suaminya bersumpah kepada mahkamah bahawa dia tidak menyeksanya. Ia balik menuntut isteri belianya itu untuk mengembalikan mas kahwin bernilai 40 ribu Real (setara Rp 100 juta).

Afrah berkahwin dengan suaminya saat masih duduk di bangku kelas lima SD. Sejak hari pertama pernikahan, dia bagai mengalami mimpi buruk berpanjangan. Tiap hari dia hidup dalam ketakutan akan kekerasan fizikal yang dilakukan suaminya.

Terakhir, suaminya murka dan melakukan pemukulan bertubi-tubi saat ia ingin pergi melawat keluarganya. Demikian seperti dilaporkan laman Saudi Gazette.

"Sayalari ke tetangga keluarga saya, kerana keluarga saya tidak di rumah. Ketika ibu saya datang dan melihat tanda-tanda dari pemukulan, segera ia membawaku ke Rumah Sakit Al-Ansar, "ujar Afrah. Tak lama selepas itu, doktor menyarankan mereka untuk melapor kepada polis.

Di Arab Saudi, jamak terjadi pernikahan di bawah umur. Keberanian Afrah dijadikan contoh bagi isteri belia yang lain untuk "bersuara".

Kini banyak institusi sosial di negara ini yang menyuarakan penolakan terhadap perkahwinan anak-anak di bawah umur. (Sumber: NU Online)

80 Persen Perceraian Terjadi atas Kehendak Perempuan

Perceraian selama kurun waktu 2008 dan 2009 di Kabupaten Pasuruan terus meningkat. Jumlahnya mencapai ribuan. Dari jumlah itu 80 peratus berlaku atas kehendak pihak perempuan. Data itu terungkap ketika pejabat Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menggelar latihan peranan Modin dalam menjayakan keluarga sakinah di Pendopo Kabupaten, Kamis (6 / 5).

Kepala Kemenag Syaiful Efendi menyebut, sekurang-kurangnya pada tahun 2008 ada sekitar 2.117 pasangan yang bercerai. Kemudian pada tahun 2009 meningkat menjadi 3.131. "Hampir semuanya berasal dari tuntutan pihak perempuan," katanya di hadapan para Modin.

Efendi menyebut, faktor perempuan mengajukan tuntutan cerai ada banyak. Mulai dari masalah ekonomi, perselingkuhan pasangannya, tidak pernah dinafkahi atau kes kekerasan dalam rumah tangga yang dialami seorang perempuan. "Semua kes itu rata-rata dirasakan oleh perempuan. Dalam artian perempuan yang biasanya paling dirugikan, "kata Efendi.

Di hadapan sekitar 428 Modin lelaki dan 365 jururawat jenazah perempuan, Syaiful mengatakan, peranan Modin juga sangat penting untuk ikut menjadikan keluarga sakinah. "Hebat Modin sangat penting untuk membina pasangan keluarga," ujarnya.

Dengan adanya UU yang baru tentang pernikahan, dia ingin mengajak para Modin untuk mendapatkan latihan lebih. Salah satunya seperti di pendapa terakhir. Di sana para Modin dikenalkan tentang bagaimana apabila mendapat aduan daripada pasangan suami isteri.

"Kami berharap seorang Modin itu juga boleh menjadi kaunseling bagi pasutri. Jadi, apabila sepasang suami isteri terlibat permasalahan, Modin diharapkan juga bisa menjadi penengah. Dengan harapan konflik yang terjadi pada pasutri, tidak sampai menuju ke perceraian, "kata Syaiful Efendi seperti dilansir Radar Bromo.

Alhasil, dalam peningkatan high Modin terakhir, Kemenang juga menjemput polis yang memberikan bahan-bahan tentang kekerasan dalam rumah tangga KDRT. Sebab KDRT ini juga menjadi pencetus adanya perceraian.

Tak hanya memberikan peningkatan high, Kemenang juga memberikan bantuan untuk masjid, musala, TPQ, serta kepada Modin dan para jururawat jenazah dari kaum wanita. Jumlahnya mencapai ratusan juta ringgit. Dengan adanya bantuan ini, para Modin kini mempunyai insentif.

Meski demikian Kemenag belum yakin apakah dengan pemberian latihan ini, akan dapat mengurangkan kadar perceraian yang ada di Kabupaten Pasuruan. "Tapi dari latihan ini, kami berharap Modin juga boleh menjadi jambatan dari pasutri. Jadi tidak hanya menikahkan seseorang saja, tapi juga menjadi kaunseling, "papar Syaiful Efendi. (Sumber: NU Online)

Ketahuan Nikah Siri, Ahli Parlimen Malaysia Diadili

Politisi dari Barisan Nasional yang menjadi ahli parlimen, Bung Mokhtar Radin, duduk di kerusi pesakitan di Mahkamah Syariah Gombak Timur. Ia ketahuan berkahwin kedua kalinya di bawah tangan dengan Zizie Ezette A Samad tanpa persetujuan isteri pertama dan mahkamah.

Bung dan Zizie berkahwin pada 16 Disember tahun lalu di Taman Melati, Gombak Timur. Begitu perkahwinan mereka terendus aparat, keduanya ditangkap dan mengaku bersalah untuk berkahwin tanpa kelulusan daripada pihak berkaitan. Pasangan ini dibebaskan dengan jaminan masing-masing sebanyak 500 ringgit Malaysia.

Lima orang lain - tiga Zizie saudara dan dua orang sesama ahli parlimen asal Kinabatanga - juga mengaku bersalah telah bersekongkol dengan pasangan ini.

Hakim Mahyuddin Wan Wan Muhammad akan menetapkan hukuman pada tarikh 18 Mei 18 Seterusnya. Melayu Mail melaporkan, pasangan ini kemungkinan bakal didenda 1,000 ringgit Malaysia atau penjara selama enam bulan, atau bahkan keduanya. Kini Zizie, 32 tahun, dan Bung, 51 tahun, yang diwakili oleh peguam mereka Amli Embong tengah mengupayakan keringanan hukuman. (Sumber: NU Online)

Pernah Larang Jilbab, Menteri Kehakiman Inggeris Minta Maaf

Menteri Kehakiman Jack Straw secara terbuka meminta maaf untuk kenyataan kontroversi tentang wanita muslim yang menutup wajah mereka. Ia mengeluarkan permintaan maaf dalam pertemuan awam dengan Muslim yang menjadi konstituennya di Blackburn, Inggeris.

Straw mengatakan pada tahun 2006 ia pernah meminta kawasan pilihan raya perempuan Muslim untuk membuka jilbab dan cadar mereka selama pertemuan. Ia berdalih merasa kurang selesa berbicara dengan orang yang wajahnya tertutup, kerana tidak boleh melihatnya. Ia menyesalkan kerana permintaannya itu menimbulkan debat awam berpanjangan hingga tudingan rasis pada dirinya.

Dia mengatakan, "Sungguh tak disangka, skala publisiti pada bulan Oktober 2006 sangat besar. Saya menyesal telah menimbulkan masalah dan saya minta maaf untuk itu. "

Ia cuba meminta permakluman bahawa yang terjadi saat itu berpangkal pada soal komunikasi. "Bolehkah saya katakan, ini tentang suatu masalah komunikasi yang juga anda mengerti, bukan? Saya tidak sedang menggalang opini bahawa Burka harus dilarang, justru sebaliknya. Saya hanya ingin berkomunikasi dengan lebih baik, saya akan lebih selesa jika berbicara dan kita saling melihat wajah, "ujarnya.

Mohammed Asif, chief executive Engage, NGO yang mendorong masyarakat Muslim untuk terlibat dalam proses demokrasi, menyatakan sangat menghargai pengiktirafan Straw. "Komentarnya telah melepaskan kemarahan dari intoleransi. Kerana sesungguhnya bukan intoleransi yang dia kemukakan, "ujarnya. (Sumber: NU Online)

Di Eropah ditekan, Jilbab di Kanada Justeru Berkembang

Berawal dari sebuah keinginan, Dikra Ait Nancere kemudian membuat produk dengan label N-ti. Dalam bahasa Arab bererti anda (perempuan). Melalui produk ini, dia ingin memenuhi keperluan rancangan tudung bagi perempuan Muslim yang ada di Montreal, Kanada. Sebahagian besar mereka adalah perempuan aktif dan pekerja.

Berdasarkan pengamatannya, dia waktu itu merasa belum menemukan rancangan tudung yang mampu memenuhi keperluan perempuan Muslim moden di bandar tersebut. Maka, tahun 2007, menjadi langkah awal baginya untuk memenuhi hasratnya. Ia merancang pakaian kasual untuk perempuan Muslim di basement rumahnya.

Rancangan perdana yang dibuat, ia tunjukkan kepada kalangan terbatas. Sejumlah teman ia undang untuk melontarkan komentar. Bahkan, ia juga membentuk sebuah kumpulan yang secara khusus diminta memberikan masukkan atas rancangan yang telah ia buat.

"Mereka menyukai idea saya itu dan saya melihat ada potensi perniagaan di sana," katanya seperti dikutip Arab News, akhir April 2010 lalu. Dan, sejarah pun tertoreh. Pada Mei 2008, beliau menghadiri perayaan pembukaan butik N-ti yang pertama. Butik yang menawarkan pakaian simpel dan trendi bagi Muslimah.

Nancere, perempuan Kanada asal Maghribi yang kini memimpin N-ti itu, berkata tudung ada di seluruh dunia. Setiap negara mempunyai gaya uniknya sendiri-sendiri. Ada tudung bergaya Arab Saudi, Maghribi, Mesir, dan juga bergaya Kanada.

Menurut dia, di Kanada masih jarang jilbab yang kasual dan praktikal bagi para perempuan Muslim. Nancere menambah, banyak perempuan Muslim di Montreal yang bekerja. Melalui N-ti, dia ingin menyuguhkan pelbagai pilihan pakaian yang mungkin cocok bagi mereka.

"Saya berkewajiban menawarkan pilihan pakaian untuk perempuan pekerja dan pakaian itu praktikal bagi pekerjaan mereka," ujar Nancere. Ia mengakui, kejayaan menubuhkan sebuah butik tudung itu bukanlah hal mudah untuk dilalui. Banyak rintangan yang harus ia taklukkan.

Nancere mengungkapkan, ia menghadapi masalah kewangan dan jenama setelah ia mendaftarkan butiknya sebagai kedai busana Muslim. Beliau berkata, banyak kedai yang telah berdiri menjual makanan halal sehingga buku-buku Islam. Tetapi, kedai yang ia dirikan, merupakan yang pertama menjual pakaian Muslim di Montreal.

Namun, cabaran itu tak membuatnya kendur. Ia berjaya membuka butiknya dengan suntikan dana dari sejumlah sumber, baik teman maupun keluarganya. Pada 2009, ia memutuskan memperbesar usahanya dengan menjadikan tokonya sebagai sebuah syarikat, N-ti Inc. Sang suami, pun memberi sokongan operasi syarikat ini.

Nancere mengakui, risiko memang menghadang pilihannya itu. Namun, ia sejak awal telah yakin bahawa pilihannya itu tak salah. Dalam kurun waktu satu tahun selepas penubuhan N-ti Inc, ia menyediakan untuk ketiganya koleksi pakaian musim bunga dan panas.

Menurut Nancere, koleksi ini tak hanya dipamerkan untuk para langganan butiknya. Namun, pakaian rancangannya juga dikenakan para model di pentas peragaan busana. Koleksi pakaian untuk para perempuan Muslim yang bertema 'Wind of Sand' itu, dipaparkan dalam demonstrasi busana pertama yang digelar N-ti.

Acara tersebut digelar pada awal April lalu di Montreal. Acara yang memaparkan rancangan hijab itu rencananya akan digelar secara reguler. Model non-Muslim Kanada kelahiran Perancis, Audrey Gueria, Elsa Desloges, dan Mariam, mengenakan koleksi N-ti dalam demonstrasi itu.

Mereka mendedahkan, ini merupakan pengalaman menarik. "Saya berasal dari wilayah sub-urban, dengan demonstrasi ini saya berkesempatan mempelajari sebuah kultur baru. Bagi saya, ini sangat menarik, "ujar Audrey. Mereka berjalan di pentas diiringi muzik Islami.

Di belakang ketika mereka berjalan menyusuri panggung peragaan, muzik milik Outlandish dan Sami Yusuf dimainkan. Sementara, Shaima Mahmoud, seorang pegawai bank, berkata persembahan pakaian itu berjalan dengan baik. Beliau berkata, N-ti menawarkan pakaian untuk para ibu dan perempuan yang ingin tetap gaya.

Lalu, bagaimana masa depan N-ti selanjutnya. Nancere berkata, ia akan mengembangkan sistem waralaba untuk usahanya itu. "Dalam kurun waktu setahun ini, saya berkeinginan bisa membuka sebuah kedai di Toronto," katanya. Ia memiliki mimpi, ada satu kedai di setiap bandar besar.

Titik terang bagi perkembangan busana Muslim ini begitu kontras dengan keadaan yang kini berlaku di Eropah. Jilbab sedang menjadi 'musuh bersama' di wilayah tersebut. Berbagai negara di Eropah pun berlumba untuk melarang Muslimah mengenakan tudung di tempat umum. Saat di Eropah menghadapi tekanan, tudung di Kanada justru terus mengundang minat. (Sumber: NU Online)

PBNU Undian Nikah Siri, sila Hukuman pentadbiran

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi berpendapat usaha untuk memberi hukuman jenayah pada pelaku nikah siri sebaiknya tidak dilakukan. Hukuman pentadbiran dinilainya sudah cukup.

"Hukuman jenayah gampang dielakkan, yang tertakluk kan teknisnya, teknikal berwarganegaranya. Kalau menetapkan substansi agamanya kan tidak, Ini kan dalam konteks sebagai warga negara yang ada kaitannya dengan pentadbiran, "katanya di PBNU, Jumaat (19 / 2).

Pencatatan pentadbiran ini secara agama juga sangat penting, terutama berkaitan dengan wanita dan anak-anak hasil perkahwinan daripada beberapa isteri. "Jangan sampai nantinya terjadi anak sama anak dari isteri yang lain pacaran kerana tidak tahu masih keluarga," paparnya.

Demikian pula tentang hak isteri yang suaminya menjadi PNS, yang ketika tidak dicatatkan tak akan mendapat hak pansiun dari suaminya dan anak-anak juga tak mendapatkan hak sebagaimana mestinya.

Persoalan nikah siri juga harus dilihat dari aspek kulturalnya. Ia mencontohkan banyak perempuan di Madura yang tak mempermasalahkan dirinya menjadi isteri kedua atau ketiga seorang tokoh masyarakat atau tokoh agama.

"Contohnya di Madura, wanita di sana mengantri untuk dinikah siri. Itu kan sudah menyangkut budaya, "tandasnya. (Www.nu.or.id)

Suryadharma Ali: KAWIN SIRI SAH

Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahawa kawin siri adalah sah mengikut undang-undang Islam. Hal itu disampaikannya kepada wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Agama Kuala Lumpur, Jumat (19 / 2) kemarin.

"Yang namanya kawin siri, itu sah mengikut agama, kerana syarat dan hukumnya dipenuhi," tegas Suryadharma Ali sambil menambah yang disampaikan merupakan pendapat pribadinya, bukan sebagai Menteri Agama.

Dikatakan Suryadharma, dalam terminologi fikih, tidak ada istilah kawin siri. Kawin siri ini merupakan pernikahan yang tidak direkodkan oleh Pejabat Hal Agama (KUA). Namun status hukumnya tetap sah secara agama.

"Nah, jika dalam perkembangannya disalahgunakan, bererti bukan kawin sirinya yang salah, tapi pelakunya yang salah," tegas Suryadharma.

Ia memberikan gambaran demikian, "kereta dihasilkan untuk keselamatan penumpang-penumpangnya adalah bertransportasi. Namun jika kemudian kereta itu digunakan untuk transaski dadah, membununuh orang dan lain-lain, yang salah kilang keretanya atau pemilik kereta. Nah itu sama dengan itu, "tandasnya.

Diakui menag bahawa ada suatu keperluan untuk menetapkan masalah nikah siri, poligami, kawin kontrak dan beberapa persoalan berkaitan lain dalam suatu Undang-undang.

"Ada keperluan untuk itu. Tapi seperti apa dan kapan, belum bisa saya sampaikan. Karena khan harus ada RUU-nya dan RUU itu harus dibahas berdasarkan kajian akademik dan masukkan dari berbagai pihak dan harus ada pembahasan secara interdept, "tegas menag. (Www.no.or.id)

Perempuan Agar Pikir Ulang Jika Akan Nikah Siri

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Linda Gumelar, meminta perempuan Indonesia untuk berhati-hati mengambil keputusan penting dalam hidup mereka termasuk soal nikah siri.

"Dia (perempuan) harus berhati-hati terhadap masa depan dia sendiri. Kalau tidak ada perlindungan, tidak tercatat, bagaimana? Kan dia juga yang rugi, "katanya kepada ANTARA News di New York, Jumat malam, selepas bertemu masyarakat Indonesia di bangunan KJRI New York.

Acara temu muka itu dilakukan Menteri Linda di sela-sela kegiatannya menghadiri rangkaian sesi ke-54 Suruhanjaya Status Perempuan (CSW), yang berlangsung di Markas Besar Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB), New York, pada 1-12 Mac.

Ketika menjawab soalan wartawan, Linda tidak secara tegas mengatakan setuju atau menentang hukuman jenayah bagi pelaku nikah siri.

Menurut dia, hal yang terpenting adalah perempuan dilindungi dari kerugian dan ketidakpastian.

"Jenayah atau tidak dipidana, itu masih wacana. Tapi kalau undang-undang itu pasti `kan ada reward dan punishment-nya. Bentuk punishmentnya apa, ini masih menjadi pembicaraan. Bagi kami yang penting bagaimana dia dilindungi dan mempunyai kepastian. Jenayah itu soal beda lagi, "katanya.

Linda mendedahkan bahawa program sosialisasi terhadap para perempuan menjadi salah satu keutamaan penting yang akan terus dijalankan kerajaan dalam menghadapi amalan kawin siri.

Sosialisasi diarahkan untuk meningkatkan kesedaran perempuan Indonesia agar tidak mudah berkahwin tanpa status undang-undang yang jelas.

"Sosialisasi dilakukan secara meluas baik melalui jejaring, organisasi massa, lembaga swadaya masyarakat, pusat pengajian wanita, akademik, mahupun media massa. Kalau gaungnya luas, akhirnya mereka (perempuan) akan pikir-pikir lagi kalau dia mau siri, "katanya.

Persidangan PBB

Sementara itu, pada persidangan sesi ke-54 CSW yang diadakan untuk meninjau perkembangan hak perempuan sejak Perisytiharan Beijing tahun 1995, Menteri Linda tampil di PBB untuk menyampaikan kemajuan, kendala dan hambatan yang dialami Indonesia melibatkan status perempuan.

Linda mendedahkan sejak Deklarasi Beijing, Indonesia sudah membuat kemajuan status perempuan di berbagai bidang, terutama pendidikan, kesihatan, pemberdayaan ekonomi, dan kesempatan dalam berpolitik.

"Pendidikan sampai usia sekolah SMP, misalnya, peratusan jumlah laki-laki dan perempuan sudah sama. Tapi kalau di peringkat mahasiswa masih belum, karena masih budaya patriarkhis, "ungkapnya.

Di bidang kesihatan, walaupun angka kematian ibu masih tinggi, kata Linda, nombor tersebut sudah menurun, dari 307 orang per 100.000 kelahiran pada tahun 2004 menjadi 228 orang per 100.000 kelahiran pada tahun 2009.

Keterwakilan perempuan di DPR RI juga meningkat dari 11,6 persen dan DPD RI 20 peratus pada tahun 2004 menjadi 18,03 persen untuk DPR RI dan 27 peratus untuk DPD RI pada tahun 2009.

"Secara umum sudah bagus, tapi tentu masih banyak yang harus kita perjuangkan, terutama masalah kekerasan dalam rumah tangga yang akhir-akhir tahun ini terus meningkat serta masalah perdagangan perempuan," kata Linda. (Www.nu.or.id)